Rekomendasi Cek Kesehatan Rutin Menurut Usia

Pemeriksaan kesehatan bisa rutin dikerjakan berdasarkan umur tertentu untuk mencegah penyakit. Bagaimana anjuran cek kesehatan berdasarkan umur?

Di Indonesia, kesadaran untuk melakukan cek kesehatan rutin masih jarang dikerjakan. Masyarakat masih tidak mau berobat jika gejalanya belum parah.

Belum lagi ada tradisi untuk melakukan jalan alternatif lebih-lebih dulu sebelum pengobatan primer.

Meskipun, ini merupakan salah satu tindakan pencegahan penting sebelum penyakit menjadi parah. Pemeriksaan kesehatan juga penting untuk mengenal jika Anda punya suatu keadaan yang mungkin saja membahayakan dan mengintai kesehatan.

Di sisi lain, umur merupakan salah satu unsur risiko yang berperan spaceman slot dalam terjadinya suatu penyakit. Penyakit yang berisiko dialami buah hati, remaja, dewasa muda, paruh baya, atau lansia tentunya akan berbeda.

Cek Kesehatan Layak Usia
Itulah sebabnya, agar medical check up bisa dikerjakan secara lebih tepat sasaran, ada anjuran pemeriksaan kesehatan apa saja cocok dengan umur Anda. Berikut penjelasannya.

Hati-buah hati
Hati-buah hati mempunyai jangka umur yang sungguh-sungguh panjang, merupakan 0 – 12 tahun. Kecuali itu, buah hati juga mempunyai jenjang pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda cocok dengan usianya. Apa saja pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan? Berikut daftarnya.

1. Skrining Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir sebaiknya dikerjakan skrining untuk pendengaran dan penglihatan, lebih-lebih bagi bayi yang lahir prematur. Kecuali itu, pemeriksaan kadar hormon tiroid juga bisa dikerjakan.

2. Imunisasi
Bayi baru lahir, 1-2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan juga 9 bulan punya jadwal imunisasi semestinya yang dianjurkan pemerintah. Kecuali jenis yang diharuskan, Anda juga boleh menambah vaksin lainnya tergantung kebutuhan si Meskipun.

3. Tumbuh Kembang
Fase tumbuh kembang merupakan fase esensial yang terjadi pada masa kanak-kanak.

Pertumbuhan semestinya diukur rutin mengevaluasi status gizi dari berat, tinggi badan, dan lingkar lengan atas. Perkembangan ini semestinya dipantau cocok umur buah hati.

Remaja (12-18 tahun)
Sebagian tergolong singkat, ada beberapa pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya tak dilewati remaja. pemeriksaan kesehatan yang perlu dikerjakan itu antara lain berikut ini.

1. Vaksinasi HPV
Remaja—lebih-lebih wanita—dianjurkan melakukan vaksinasi HPV (human papiloma virus) untuk mencegah infeksi virus yang bisa menyebabkan kanker leher rahim.

2. Pemeriksaan Darah Rutin
Pemeriksaan darah rutin perlu dikerjakan untuk memantau apakah terjadi anemia yang acap kali terjadi pada remaja. Anemia bisa diukur dari rendahnya kadar hemoglobin (Hb).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.