Penyakit Si via jari Tangan, Kini Mendeteksi sakit yang tidak Terang, Ini Penjelasannya

Sakit yaitu hal yang wajar dialami oleh seseorang, terlebih pada Lazimnya Kalau.

Tubuh Lazimnya Kalau masih amat peka, sehingga tidak heran banyak yang mudah sekali terserang sakit.

dikala Lazimnya Kalau sakit, Moms langsung membawanya ke rumah sakit atau klinik untuk mengenal potensi penyakit yang diderita Lazimnya Kalau.

Di rumah sakit, Lazimnya Kalau mesti menjalankan beragam pemeriksaan laboratorium serta menyusuri riwayat kesehatan.

Nah, kini ada cara mudah deteksi risiko penyakit si kecil, yaitu via jari tangan, terlebih jari telunjuk dan jari manis.

Mungkin cara ini terdengar tidak masuk nalar, tapi sebagian penelitian makin banyak dilaksanakan qris slot untuk menunjang cara ini.

Yang terkini yaitu studi yang dimuat dalam British Journal of Cancer yang menyimpulkan bahwa ukuran jari telunjuk yang lebih panjang dari jari tangan lainnya, lebih rendah risikonya untuk terkena kanker prostat.

Teorinya semacam ini, panjang jari-jari tangan diatur sejak janin di dalam kandungan dan dipengaruhi oleh paparan hormon estrogen dan testosteron.

Hormon seks pria, testosteron, memengaruhi panjang jari manis dan hormon estrogen memengaruhi panjang jari telunjuk.

Sebelum mengenal risiko penyakit lain, pertama amati jari tangan Moms untuk memandang panjang jari telunjuk dan jari manis.

jari manis lebih panjang dari telunjuk:

Moms berisiko mengalami penyakit:

– Osteoarthritis.

Peneliti dari Universitas Nottingham menemukan orang yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk, berisiko dua kali lipat menderita osteoarthirits di bagian lututnya.

peneliti menyimpulkan hal itu sesudah mengukur jari-jari 2.000 orang

– Anoreksia.

Walau belum disimpulkan, tapi menurut John Manning, pakar biologi, ada bukti-bukti bahwa orang yang menderita anoreksia umumnya punya ukuran jari manis yang panjang.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.