Kenali Jenis Situasi Kesehatan dari Perubahan Warna Kuku

Warna kuku yakni salah satu aspek penting dalam perawatan tangan dan kuku yang tak boleh dipungkiri. Kuku yang cantik dan sehat tak hanya memberikan kesan keindahan yang bagus, namun juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Fungsi Kuku
Kuku yakni bagian penting dari tubuh manusia yang seringkali dianggap remeh, namun mempunyai fungsi yang sangat vital. Berikut yakni penjelasan secara lengkap mengenai fungsi-fungsi kuku:

Perlindungan. Salah satu fungsi utama kuku yakni sebagai pelindung bagi ujung jari atau ujung kaki. Kuku menyusun lapisan keras yang melindungi jaringan yang lebih lembut di bawahnya. Kuku menolong mencegah cedera pada ujung jari dan mengurangi risiko kerusakan pada jaringan lunak.
Sentuhan. Dengan adanya kuku, ujung jari mempunyai lebih banyak reseptor sensorik yang dapat menikmati sentuhan dan tekstur dengan lebih bagus.
Fungsi Manipulasi. Dengan kuku yang kuat dan tajam, seseorang dapat melakukan bermacam tugas seperti mengambil dan membatasi benda, memasukkan kunci ke dalam lubang kecil, atau pun mengupas kulit buah.
Ekspresi dan Keindahan. Orang tak jarang mengaplikasikan kuku sebagai media untuk mengekspresikan kreativitas melalui bermacam pola, desain, atau warna.
Sensor Kelembaban dan Tekanan. Kuku bertindak sebagai indikator natural saat tubuh terpapar kelembaban tinggi atau rendah. Selain itu, kuku juga dapat mendeteksi tekanan saat seseorang melakukan tugas-tugas sehari-hari, seperti menulis atau mengetik. Hal ini menolong dalam mempertahankan kontrol dan keseimbangan yang tepat dalam melakukan tindakan hal yang demikian.

Kenapa Warna Kuku Dapat Berubah?
Perubahan warna pada kuku dapat disebabkan oleh beberapa unsur. Berikut yakni penjelasan lebih lanjut mengenai alasan mengapa kuku dapat mengalami perubahan warna:

Infeksi Jamur
Salah satu penyebab lazim perubahan warna pada kuku yakni infeksi jamur, yang diketahui sebagai onikomikosis. Infeksi jamur dealermitsubishinganjuk.com dapat membikin kuku berubah menjadi kuning, kecoklatan, atau pun hijau. Infeksi jamur pada kuku tak jarang kali terjadi sebab paparan kelembaban yang berlebihan, penerapan alas kaki tertutup yang tak bernapas, atau kurangnya kebersihan pada zona kuku.

Infeksi Bakteri
Selain infeksi jamur, infeksi kuman juga dapat menyebabkan perubahan warna pada kuku. Infeksi kuman umumnya terjadi saat kuku terluka atau terinfeksi, umpamanya sebab cedera atau penggigitan kuku yang berlebihan. Kuku yang terinfeksi kuman dapat berubah menjadi warna kuning, hijau, atau pun hitam.

Trauma atau Cedera
Sekiranya kuku mengalami stress berat atau cedera, seperti terbentur keras atau tertekan, dapat menyebabkan perubahan warna pada kuku. Darah yang terperangkap di bawah kuku imbas cedera dapat membikin kuku menonjol kebiruan atau hitam. Perubahan warna ini umumnya sementara dan akan tumbuh dengan sendirinya seiring pertumbuhan kuku baru.

Gangguan Sirkulasi Darah
Gangguan peredaran darah juga dapat mempengaruhi warna kuku. Ketika aliran darah ke zona kuku terganggu, kuku dapat berubah menjadi pucat atau kebiruan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gangguan peredaran darah, seperti anemia, penyakit jantung, atau penyumbatan pembuluh darah, dapat berkontribusi pada perubahan warna kuku.

Adat Rokok
Rokok juga dapat mempengaruhi warna kuku. Zat-zat kimia dalam asap rokok dapat mengabsorpsi ke dalam kuku dan menyebabkan perubahan warna, seperti kuning atau kecoklatan. Adat mengisap rokok rentang panjang dapat membikin perubahan warna pada kuku kian mencolok dan sulit diselesaikan.

Berbagai Situasi Kesehatan Diamati dari Warna Kuku
Kuku dapat memberikan tanda penting perihal kondisi kesehatan. Berikut yakni penjelasan mengenai beberapa kondisi kuku yang lazim terjadi:

1. Melanonychia
Melanonychia ditandai dengan perubahan warna hitam kecoklatan pada kuku dan menggambarkan bentuk pita berpigmen imbas melanin di dalam lempeng kuku. Situasi ini dapat disebabkan oleh bermacam kondisi yang memicu aktivasi melanosit (peningkatan produksi dan deposit melanin di kuku).

Umpamanya yakni kehamilan, stress berat, menggigit kuku, dan carpal tunnel syndrome. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh kelainan hemokromatosis, malnutrisi, penyakit tiroid, mengisap rokok, infeksi HIV, dan penyakit Addison.

2. Cyanosis
Cyanosis atau sianosis yakni kondisi perubahan warna kuku dan jari menjadi biru atau ungu. Situasi ini disebabkan oleh saturasi oksigen yang lebih rendah dari normalnya yang memicu akumulasi deoxyhemoglobin di pembuluh darah kecil di ekstremitas.

Sianosis dapat dibedakan menjadi 2 variasi, yakni:

Sianosis sentral: disebabkan oleh penyakit jantung bawaan dan dapat bermanifestasi pada mukosa dan ekstremitas.
Sianosis perifer: disebabkan oleh vasokontriksi dan berkurangnya aliran darah perifer seperti yang terjadi saat terpapar suhu dingin, stress berat, gagal jantung kongestif, dan penyakit pembuluh darah perifer.
3. Ikterus
Ikterus atau disebut sebagai penyakit kuning yakni perubahan warna kekuning-kuningan pada mukosa sebagai imbas dari pengendapan bilirubin. Pada kasus yang parah ikterus dapat meluas hingga melibatkan kuku dan mungkin yakni bentuk penyakit hati atau hemolisis yang parah.

4. Nikotin pada Kuku
Kuku yang berwarna kuning atau kekuningan dapat terjadi sebab pengendapan nikotin sebagai imbas dari kultur mengisap rokok yang berkepanjangan. Perubahan warna hal yang demikian dapat menjadi tanda dari kemungkinan rentang panjang perkembangan penyakit berhubungan rokok, seperti penyakit saluran napas obstruktif kronik, karsinoma paru-paru, dan penyakit arteri koroner.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.