Alam Jadi Penyembuh Alami, Berjalan-jalan di Taman hingga Gunung

Jakarta Alam sudah lama dianggap sebagai penyembuh utama, tapi kebanyakan orang-orang saat ini menghabiskan lebih sedikit waktu di luar ruangan sebab gaya hidup yang modern dan serba kencang.

Ada alasan mengapa menghirup udara segar dalam-dalam terasa menyegarkan untuk pikiran. Oksigen memenuhi paru-paru, cahaya sang surya menerpa wajah, dan tubuh Anda menjadi rileks.

Menghabiskan waktu di alam, secara awam ialah peluang yang berharga untuk menerima manfaat bagi kesehatan mental, emosional, dan jasmaniah. Hal ini sebab menghabiskan waktu di alam dapat menolong menghilangkan stres dan kecemasan, meningkatkan metode kekebalan tubuh, kreativitas, dan fokus, serta mengajari untuk lebih menghargai kehidupan.

Diberitakan dari Real Simple, berikut empat manfaat menghabiskan waktu dan membenamkan diri di alam yang dapat memberikan manfaat kesehatan, tidak cuma untuk tubuh tapi juga kesehatan mental.

1. Menunjang Kesehatan Lahiriah
Seandainya Anda kesusahan untuk tetap mengerjakan rutinitas olahraga, memindahkan olahraga slot depo 10k Anda ke luar ruangan dapat meningkatkan semangat berolahraga.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu di alam atau ruang terbuka hijau lebih mungkin untuk mengerjakan aktivitas jasmaniah dan memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk menjaga berat badan yang sehat.

“Melaksanakan aktivitas luar ruangan seperti hiking, berenang, atau sekedar berjalan kaki, dapat meningkatkan kesehatan jasmaniah, termasuk menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh,” terang Nicholette Leanza, seorang konselor klinis profesional berlisensi untuk LifeStance Health.

2. Menenangkan Diri dan Menghilangkan Stres
Saat menghabiskan waktu di alam, Anda benar-benar dapat melepaskan diri dari tekanan sehari-hari, teknologi, dan interaksi sosial, terang Ernesto Lira de la Rosa, PhD, psikolog berlisensi dan penasihat media untuk Hope for Depression Research Foundation.

“Alam dapat menolong kita membumi dan menyegarkan tubuh dan pikiran, khususnya seandainya kita melowongkan waktu untuk memandang lingkungan sekitar.”

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Psychology pada tahun 2020 memandang efek berada di alam pada orang dewasa muda (umur 15 hingga 30 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan seberapa banyak waktu yang ideal untuk dihabiskan di alam agar memberikan manfaat kesehatan.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa waktu yang dihabiskan di alam berhubungan dengan penurunan detak jantung, kortisol saliva, tekanan darah, dan aktivitas metode syaraf simpatis, serta peningkatan aktivitas metode syaraf parasimpatis.

Pun, berada di alam selama 10 hingga 15 menit saja sudah dapat meningkatkan tekanan darah, detak jantung, suasana hati, dan fokus.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.